Membahas masalah dan perasaan






       Wanita membahas masalah dan perasaan.. Mereka memproses dengan cara ini. Membahas masalah dan perasaan juga merupakan bentuk kesepakatan, gaya feminin yang lain. Namun pria, yang tidak membahas masalah dan perasaan sebagai sebuah kebiasaan, melihat wanita yang membicarakan hal-hal yang menganggunya berpikir, "Ya, ampun, ia adalah lubang masalah yang tak berdasar, sebuah keranjang emosi! sebentar lagi ia akan jatuh berkeping-keping di sini!" Pria yang memproses masalah secara internal, menganggap wanita lemah dan terlalu emosional. Dan mereka berpikir, wanita berpikir bahwa prialah yang bertanggung jawab atas masalah yang timbul. "Pasti ia berbicara padaku tentang ini, karena berpikir ini kesalahnku! aku harus melakukan sesuatu."

        Pria tolong ingat bahwa wanita lebih banyak berbagi dan memproses dengan suara keras. Ingatlah perbedaan biologi yang kita bahas sebelumnya, bahwa wanita umumnya lebih suka berbicara daripada pria. Berbicara melalu situasi dan perasaan bisa membantu wanita memilah-milah dan bekerja melalui emosi, selain menjalin hubungan dan ikatan dengan orang yang mereka hadapi. Apakah wanita berbicara hanya karena ingin berbicara? Anda benar sekali. Dan itu boleh-boleh saja. Itu hanya perbedaan gaya komunikasi.

          "Pikiran yang tertutup adalah pikiran yang sekaran" Ujar Edna Ferber

         Saya perhatikan bahwa diri saya sendiri mengekspresikan segala sesuatu dengan lebih verbal dan sering, saat usia semakin bertambah. Dan saya sangat nyaman mengakui bahwa saya hanya berbicara santai, memproses, berbagi. Saya sangat verbal, kadang-kadang hanya merasa seperti berbicara santai. Penting untuk dicatat bahwa saat berada dalam situasi bisnis, saya menjaga hal itu agar tidak dipandang salah oleh pria dan dijuluki lemah atau terlalu banyak biacara (berlawanan dengan lebih banyak bicara). Juga saya coba mengamati bahasa tubuh, sehingga jika mata pendengar saya terlihat bosan, saya akan tahu kapan harus berhenti. Dan, seperti yang sering terjadi, saya tidak senang berbicara. Bayangkan.

       Kita harus menyadari tidak hanya bagaimana kita mungkin saja punya salah persepsi terhadap orang lain, tetapi juga bagaimana terhadao orang lain, akan tetapi juga bagaimana orang lain mungkin punya salah persepsi terhadap kita, sehingga kita bisa menyesuaikan persepsi dan perilaku kita.
    

Komentar

Postingan Populer