Anda melakukan apa yang Anda pikirkan


     
 "Semua perbuatan bergantung niatnya dan ( Balasan ) bagi tiap-tiap orang bergantung apa yang diniatkan. Barang siapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya maka hijrahnya adalah pada apa dia niatkan."

   Menurut Syekh Mutawali Al-Sya'rawi dalam Al-Khawathir yang dikutip oleh Ibrahim Elfiky dalam Quwwah At-Tafkir.  Pikiran adalah alat ukur manusia untuk memilih sesuatu yang dinilai lebih baik dan menjamin masa depan diri dan keluarganya. Berpikir adalah bagian hal yang terpenting yang membedakan manusia dari binatang, tumbuhan, dan benda-benda lainnya.

     Dengan berpikir manusia dapat membedakan antara yang bermanfaat dan yang tidak, yang halal maupun yang haram sekalipun, yang positif maupun yang negatif. Dengan demikian, ia bisa memilih yang cocok buat dirinya dan bertanggung jawab sepenuhnya atas pikirannya itu.

    Dr Ibrahim Elfiky lebih jauh menjelaskan bahwa pikiran memiliki proses yang kuat, membuat arsip memori, melahirkan mindset, melampaui batas waktu, tidak mengenal jarak, tidak mengenal waktu, menambah atau mengurangi energi, melahirkan kebiasaan. Pikiran juga dapat memengaruhi Intelektualitas, kondisi fisik, perasaan, sikap, hasil, citra diri, harga diri, rasa percaya diri yang tinggi, kondisi jiwa, kondisi kesehatan, dan sistem kerja alam bawah sadar manusia.

   Dalam Hadist Qudsi yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah Saw. bersabda. Allah Ta'ala berfirman. "Aku bersama persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku"

    Apa saja faktor yang mempengaruhi pikiran Anda

1.   Belajar dan memori (Ingatan)
     sebagian besar aktivitas diawali dari informasi yang memengaruhi pikiran, ditangkap oleh penglihatan melalui mata, pendengaran melalui telinga, dan rasa melalui seluruh permukaan kulit. Informasi yang masuk dalam pikiran dapat menyebabkan reaksi spontan dari otak atau disimpan di otak dalam jangka waktu beberapa menit, hari, minggu, atau bertahun-tahun (Guyton dan Hall dalam Human Phisiology).

    Informasi yang telah disimpan dalam memori dibagi menjadi 2 jenis memori.
a.  Memori tersurat, disebut juga sebagai Declarative Memory yakni memori tentang bermacam-macam detail pemikiran yang terintegrasi. memori ini berhubungan dengan kesadaran sehingga sering disebut sebagai otak sadar.
b.  Memori tersirat, disebut juga memori reflektif yang sering berhubungan dengan kemahiran dan kebiasaan seseorang dalam melakukan aktivitas fisik tertentu.

  Sebagian aktivitas manusia dikendalikan oleh otak sadar dan sebagian lainnya oleh otak alam bawah sadar. mengingat rangkaian peristiwa, berbincang-bincang, memutuskan apa yang akan dilakukan, belajar, membuat sistem rencana, melaksanakan sistem rencana, melakukan evaluasi merupakan aktivitas yang dikendalikan oleh otak sadar. Aktivitas-aktivitas tertentu yang dilakukan berulang-ulang dalam waktu lama yang menjadikan kebiasaan dan terjadi pengalihan kendali dari otak sadar ke otak bawah sadar.

Memori tersurat dan tersirat terdiri dari atas
A. Memori jangka pendek.
     Memori yang berlangsung hanya beberapa detik hingga menit, berfungsi tempat penyimpanan data sementara.
B  Memori jangka panjang
     Memori yang setelah disimpan dapat dipanggil kembali dalam beberapa tahun, bahkan seumur hidup.

 2. Informasi.
     Seseorang yang membiarkan dirinya menerima informasi-informasi negatif sama halnya membiatkan pikiran menerima bahan baku negatif untuk diolah. setiap hari manusia menghadapi ribuan pikiran. satu-satunya yang dibutuhkan oleh pikiran adalah pengarahan. jika arah sistem yang diberikan bersifat negatif, ribuan pikiran tersebut akan keluar dari memori ke arah negatif. sebaliknya, bila arah yang diberikan positif, pikiran yang sama akan keluar dari memori ke arah yang positif.

 Sumber-sumber informasi yang besar pengaruhnya dalam membentuk memori jangka panjang berasal dari orang tua, keluarga, masyarakat, sekolah, teman, dan media massa.

  Proses pembentukan kebiasaan.
 Dr. Ibrahim Elfiky dalam bukunya Quwwatut Tafkir menyatakan bahwa kebiasaan terbentuk melalui enapa tahapan yakni
1. Bepikir.
2. Perekaman
3. Pelaksanaan
4. Penyimpanan
5. Pengulangan
6. Kebiasaan

 Rasulullah Saw bersabda :
"Laksanakanlah oleh kalian amalan semampu kalian, sesungguhnya sebaik-baik amalan adalah yang dikerjakan secara istiqomah atau terus menerus (menjadi kebiasaan) meskipun sedikit.


Komentar

Postingan Populer