Mengekpresikan emosi
Di mata pria, wanita sering terlalu emosional. Ayo, kita lihat dengan cara lain. Daripada mengekspresikan emosi yang terlampau sering, bagaimana jika wanita dipandang mengekspresikan emosi lebih sering daripada pria? Ingatlah bahwa wanita memiliki akses yang lebih mudah ke emosi mereka secara fisiologis, dan juga sudah diceritakan selama ini bahwa mereka boleh serta diharapkan menangis dan mengekpresikan perasaan mereka.
Pria dirancang bahwa, mengekspresikan emosi (selain marah, emosi "maskulin") tidak bisa diterima, sehingga emosi wanita cukup membingungkan dan mengancam mereka. Pria merasa dipaksa untuk menghentikan emosi, karena mereka terikat untuk menyelamatkan spesies, untuk memperbaiki situasi. Mereka merasa bertanggung jawab. Ada sebuah lagu populer memuat lirik ini "I die a little each time she cries" Dan juga, beberapa pria merasa dimanipulasi, berpikir wanita sengaja menangis untuk memperoleh apa yang mereka inginkan. Beberapa melakukannya, mungkin, akan tetapi saya ingin memikirkan kemungkinan lain yang sangat kecil
Tetap mengamati suatu masalah daripada diri sendiri, menunjukan suatu keyakinan mendalam, ujar Charles Damian boulogne
Misalnya, Anda memberikan evaluasi atau penilaian atas performa seorang wanita dan ia menangis, berikannya selembar tisu dan tetaplah bicara. Ia masih bisa mendengar Anda. Katakan Anda bisa melihat ekpresi wajah kesalnya dan tanyakan bagaimana. Anda bisa membantu atau apa yang perlu Anda berdua bahas secara lebih detail.
Biasanya, wanita menangis di kantor karena tegang, frustasi, ataupun merasa tidak dipahami dan didengar, bukan karena mereka sedih atau sakit hati. Apakah kau ingat dengan film Courage under fire yang diperankan oleh Denzel Washington dan Meg Ryan? Meg dan timnya ditembaki di padang pasir dan ia menangis. Salah satu pria anggota timnya memutar matanya dan berkata "Oh bagus, sekarang ia menangis!" Dan ia menjawab "Aku tegang, tahu tidak?"
Beragam emosi muncul dalam bentuk air mata pada wanita. Karena pria terikat untuk memperbaiki segala sesuatu, dan bagi mereka air mata berarti malapetaka, mereka terintimidasi dan ketakutan pada kadar emosi ini. Selama hidup wanita diberitahu bahwa mereka boleh menangis. Karena menangis bukan sesuatu yang alami bagi pria, air mata wanita lebih jauh lebih banyak menimbulkan efek negatif daripada gangguan yang ditimbulkan wanita pada pria. Pria tidak perlu melakukan apa pun saat wanita menangis. Dalam situasi personal dimana sentuhan bisa diterima, sekadar memegang tangannya atau menepuk pelan tangan atau bahunya sering kali sudah cukup menunjukan bahwa pria peduli. Jika ragu-ragu, tanyakan saja!
Semakin saya tumbuh dewasa, semakin sering saya menangis. Dan saya semakin merasa nyaman dengan air mata yang mengalir ke muka saya. Bukan hanya air mata sedih, tetapi juga air mata kebahagian, terharu, atau tersentuh secara emosional, bahkan melihat di sebuah iklan!


Komentar